• +62 21 351 4348
  • sekretariat@dppinsa.com

Emiten Pelayaran Tetap Optimistis Arungi Tahun 2026 yang Penuh Tantangan

Emiten Pelayaran Tetap Optimistis Arungi Tahun 2026 yang Penuh Tantangan

Emiten pelayaran memang optimistis terhadap prospek dan kinerja sektor pelayaran pada 2026 setelah berhasil membukukan kinerja positif pada 2025. Emiten pelayaran PT Trans Power Marine Tbk. (TPMA) membukukan kinerja solid sepanjang 2025. Laba bersih yang mampu dibukukan perseroan bahkan tercatat hingga US$17,86 juta pada tahun lalu.

Melansir laporan keuangan perseroan, TPMA mampu membukukan pendapatan sepanjang tahun lalu senilai US$113,41 juta. Meskipun realisasi ini mencerminkan penurunan dibandingkan 2024, sejumlah upaya biaya dan beban telah mendorong TPMA membukukan laba pada tahun lalu. Pendapatan perseroan terutama didorong oleh segmen pengangkutan antarpulau yang mencatatkan pendapatan senilai US$67,57 juta.

Sementara itu, segmen transhipment membukukan pendapatan senilai US$44,87 juta dan segmen time charter senilai US$957.758. Sejalan dengan itu, beban langsung yang dibukukan perseroan turut naik menjadi US$81,02 juta pada tahun lalu. Meskipun telah berupaya menjaga beban lebih rendah, tetapi biaya bahan bakar yang memanas membuat perseroan membukukan beban bahan bakar naik menjadi US$21,75 juta. Alhasil, laba bruto yang mampu dibukukan perseroan tercatat senilai US$32,39 juta, turun dibandingkan US$42,55 juta pada periode yang sama 2024.

Setelah dikurangi berbagai beban dan pajak, TPMA akhirnya mampu membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih senilai US$17,86 juta pada tahun lalu.

Dari sisi neraca keuangan, TPMA membukukan total aset yang bertumbuh menjadi US$285,67 juta per Desember 2025. Realisasi itu naik dari US$247,91 juta pada periode yang sama 2024.

Kenaikan total aset TPMA terutama disebabkan oleh melesatnya aset tidak lancar perseroan menjadi US$239,70 juta, yang disebabkan oleh aset tetap yang naik menjadi US$207,19 juta.

Sejalan dengan itu, liabilitas perseroan juga naik secara terkendali menjadi US$135,71 juta per Desember 2025. Kenaikan liabilitas terjadi bersamaan dengan naiknya ekuitas perseroan menjadi US$149,95 juta pada periode tahun lalu.

Sementara itu, emiten pelayaran nasional lainnya PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) menyiapkan strategi untuk menjaga pertumbuhan kinerja sepanjang 2026.

Investor Relations PT Wintermar Offshore Marine Tbk Pek Swan Layanto, mengatakan untuk menopang kinerja, WINS menempatkan efisiensi sebagai fokus utama. Perusahaan menekankan pentingnya pengendalian biaya di tengah potensi kenaikan ongkos logistik.

“Perusahaan akan terus memperkuat disiplin dalam cost management sebagai prioritas utama,” ungkap Pek Swan seperti dikutip dari Kontan.co.id Minggu (19/4/2026).

Selain itu, optimalisasi utilisasi armada juga menjadi strategi kunci untuk meningkatkan efisiensi operasional PT Wintermar Offshore Marine, Tbk. Pihaknya terus memastikan setiap armada dapat beroperasi secara optimal di sepanjang tahun.

Pada tahun ini, Manajemen menargetkan tingkat utilisasi armada berada di kisaran 65% hingga 70% pada tahun ini. Namun demikian, perusahaan tetap membuka ruang penyesuaian target seiring perkembangan pasar.

“Kami akan terus memantau perkembangan pasar dan tidak menutup kemungkinan untuk penyesuaian target kinerja keuangan apabila kondisi bisnis memberikan ruang yang lebih baik dari perkiraan,” lanjutnya.

Dari sisi ekspansi, WINS menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) untuk memperkuat armada, khususnya pada segmen kapal high tier.

Namun sayang, Pek Swan tak memerinci lebih jauh berapa nilai investasi yang disiapkan maupun berapa total armada yang rencananya akan ditambah pada tahun ini.

“Perusahaan berencana melakukan ekspansi armada secara terukur. Kami meyakini bahwa industri OSV saat ini masih berada pada tahap awal dari siklus upcycle,” tutup Pek Swan. bisnis/kontan

  • By admin
  • 16 May 2026
  • 37
  • INSA