Manajemen Pelindo Dirombak, Achmad Muchtasyar Jadi Dirut
Manajemen Pelindo Dirombak, Achmad Muchtasyar Jadi Dirut
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo telah melakukan perubahan susunan pengurus. Mengutip website resminya, Achmad Muchtasyar diangkat sebagai Direktur Utama. Selain itu, Pelindo juga menambah jabatan Wakil Direktur Utama dengan mengangkat Drajat Sulistyo.
Lalu, Perlindo mengganti sosok kurso Direktur Operasi dari Putut Sri Muljanto menjadi Prasetyadi. Sementara, Direktur Komersial dijabat oleh Farid Padang.
Kemudian, Boy Robyanto bergeser dari Direktur Investasi menjadi Direktur Manajemen Risiko. Sedangkan, Hendri Ginting diangkat menjadi Direktur Kelembagaan. Direktur lainnya, seperti posisi Dwi Fatan Lilyana, Bachtiar Soeria Atmadja dan M Suriawan Wakan tidak berubah.
Achmad Muchtasyar diketahui menyelesaikan pendidikan S-1 Teknik Perminyakan di Universitas Trisakti (1997), yang menjadi dasar kompetensinya di sektor hulu migas. Kemudian Achmad Muchtasar melanjutkan pendidikan S-2 Teknik Industri di Universitas of New Heaven (2000) dengan memperkuat keahlian di bidang manajerial dan sistem industri. Selain itu, Ia juga belajar Ilmu Hukum di Universitas Bhayangkara (2020) S-1, memperluas pemahaman aspek regulasi dan tata kelola.
Kemudian, program Profesi Insinyur di Universitas Gadjah Mada (2023), yang semakin mengukuhkan profesionalismenya sebagai insinyur bersertifikat.
Sebelum menjabat sebagai Direktur Utama Pelindo, Achmad telah mengisi sejumlah posisi strategis di sektor energi nasional, antara lain, Direktur Infrastruktur dan Teknologi PT PGN Tbk (Mei 2021 - November 2023). Di posisi ini, ia berperan dalam pengembangan infrastruktur gas nasional serta penguatan sistem dan teknologi distribusi energi.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM (Januari 2025 - Februari 2025) Ia memimpin perumusan dan implementasi kebijakan strategis di sektor minyak dan gas bumi nasional.
Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga (Juli 2025 - Februari 2026). Dalam jabatan ini, ia terlibat dalam pengelolaan distribusi dan niaga energi, termasuk optimalisasi rantai pasok dan transformasi bisnis.
Kinerja Pelindo
Berdasarkan laporan kinerja hingga akhir 2025 dan proyeksi awal 2026, Pelindo mencatat sejumlah capaian penting. Pendapatan usaha sepanjang tahun 2024 tercatat sebesar Rp34,8 triliun, menunjukkan konsistensi pertumbuhan setelah merger.
Sementara itu, laba bersih Semester I 2025 mencapai Rp1,6 triliun, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sekitar Rp611 miliar.
Dari sisi operasional, arus peti kemas dan barang pada awal 2026 dilaporkan terus mengalami peningkatan. Sebagai gambaran, target arus peti kemas pada 2025 ditetapkan sekitar 18,3 juta TEUs, dan realisasi awal 2026 menunjukkan tren kenaikan berkelanjutan di berbagai terminal, seperti TPK Perawang dan TPK Pontianak. Hingga akhir 2024 dan awal 2025, Pelindo juga memberikan kontribusi signifikan kepada negara melalui dividen, pajak, dan PNBP dengan total mencapai Rp7,47 triliun. Kompas/Pelindo
- By admin
- 04 Mar 2026
- 31
- INSA
