• +62 21 351 4348
  • sekretariat@dppinsa.com

Pelindo Targetkan Arus Peti Kemas 13,77 juta TEUs pada Tahun 2026

Pelindo Targetkan Arus Peti Kemas 13,77 juta TEUs pada Tahun 2026

PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) menargetkan arus peti kemas sebanyak 13,77 juta TEUs di seluruh terminalnya pada 2026 atau tumbuh 5 persen secara tahunan.

"Kami optimistis melihat geliat industri di berbagai daerah. Pertumbuhan ekonomi nasional menjadi bahan bakar utama bagi kami untuk mencapai target ini," kata Corporate Secretary Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra di Surabaya, Jatim, Selasa.

Widyaswendra mengatakan optimisme tersebut didorong oleh solidnya kinerja ekonomi nasional serta meningkatnya aktivitas industri di berbagai wilayah. Sejumlah terminal pun diproyeksikan bakal menjadi motor pertumbuhan arus peti kemas seperti di Terminal Peti Kemas Kendari yang akan terdorong oleh meningkatnya ekspor nikel.

Di Kalimantan Utara, Terminal Peti Kemas Tarakan bersiap menangkap potensi logistik gas alam cair (LNG) sedangkan di kawasan timur Indonesia yakni Terminal Peti Kemas Merauke mencatat kenaikan arus barang seiring masifnya dukungan logistik untuk proyek strategis nasional (PSN).

Untuk Pulau Jawa, Terminal Peti Kemas Semarang diprediksi semakin sibuk sejalan dengan berkembangnya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Kawasan Industri Kendal (KIK) yang mendorong aktivitas ekspor-impor sektor manufaktur.

Sementara itu, Pelindo Terminal Petikemas mencatat arus peti kemas luar negeri tahun lalu sebanyak 4,40 Juta TEUs atau meningkat 10,28 persen dibandingkan periode tahun 2024. Jumlah tersebut terdiri atas peti kemas impor sebanyak 2,12 Juta TEUs, peti kemas ekspor 2,25 Juta TEUs, dan peti kemas transhipment 30 ribu TEUs.

"Untuk mendukung pencapaian target tahun ini, sejumlah terminal peti kemas yang kami kelola akan dilengkapi alat bongkar muat baru untuk meningkatkan kualitas layanan peti kemas bagi para pengguna jasa perusahaan," ujar Widyaswendra.

Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno memperkirakan ekspor Indonesia akan tumbuh sekitar 7 persen pada 2026 seiring semakin banyaknya perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) yang dijalin dengan negara mitra. "FTA membuka akses pasar lebih luas dan menurunkan hambatan tarif, sehingga produk ekspor Indonesia menjadi lebih kompetitif," kata Benny.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Trismawan Sanjaya memproyeksikan sektor transportasi dan pergudangan akan tumbuh antara 10 sampai 11,6 persen dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai Rp1.700 triliun. Lonjakan ini, menurut Trismawan, sebagian besar didorong oleh ledakan transaksi perdagangan digital dan e-commerce serta proyek ketahanan pangan dan inisiatif pemerintah lainnya.

Kinerja 2025

Subholding PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat arus peti kemas di seluruh terminal yang dikelolanya tumbuh 6,87 persen pada 2025 atau mencapai 13,34 juta twenty-foot equivalent units (TEUs), yang meningkat dari tahun sebelumnya yang sebanyak 12,48 juta TEUs. "Pertumbuhan didorong oleh sejumlah faktor, salah satunya adalah permintaan atau pengiriman barang menggunakan peti kemas yang semakin meningkat," kata Widyaswendra.

Menurutnya kunjungan kapal di beberapa terminal berbanding lurus dengan peningkatan komoditas di masing-masing daerah, yang artinya permintaan atau distribusi barang juga meningkat. Widyaswendra mencontohkan peningkatan arus peti kemas di Terminal Peti Kemas (TPK) Jambi dipicu oleh peningkatan permintaan komoditas semen seiring dengan pembangunan properti di wilayah tersebut.

Selain itu TPK Ternate juga mencatat pertumbuhan karena adanya pengiriman barang keperluan tambang di Halmahera. "Hal serupa juga terjadi di TPK Merauke yang meningkat seiring dengan pelaksanaan program strategis nasional di Provinsi Papua Selatan," ujarnya.

Perseroan juga mencatat kenaikan jumlah arus peti kemas internasional sebesar 10,28 persen, yaitu dari 3,99 Juta TEUs pada 2024 menjadi 4,40 Juta TEUs pada 2025. Peningkatan arus peti kemas internasional salah satunya terjadi di Terminal Teluk Lamong dengan pertumbuhan sekitar 25 persen dari tahun sebelumnya. Widyaswendra mengungkapkan pertumbuhan di Terminal Teluk Lamong salah satunya dipicu penambahan lima pelayanan baru pada 2025. ​​​​​​​"Arus peti kemas internasional ini juga meningkat karena adanya peningkatan pengiriman barang ke Korea, Amerika Serikat, Jepang dan China yang melalui TPK Semarang," ucapnya. Antara

  • By admin
  • 19 Feb 2026
  • 40
  • INSA